Sudah menjadi lumrah kehidupan di dunia
Cabaran dan dugaan mendewasakan usia
Rintangan dilalui tambah pengalaman diri
Sudah sunnah ketetapan ilahi
Deras arus dunia menghanyutkan yang terleka
Indah fatamorgana melalaikan menipu daya
Dikejar dicintai bak bayangan tak bertepi
Tiada sudahnya dunia yang dicari
Begitu indah dunia siapa pun tergoda
Harta pangkat dan wanita melemahkan jiwa
Tanpa iman dalam hati kita kan dikuasai
Syaitan nafsu dalam diri musuh yang tersembunyi
Pulanglah kepada tuhan
Cahaya kehidupan
Keimanan ketaqwaan kepadanya
Senjata utama
Sabar menempuh jalan tetapkan iman di hati
Yakinkan janji tuhan syurga yang sedia menanti
Imanlah penyelamat dunia penuh pancaroba
Hidup akhirat kita kekal selamanya
About
Categories
- : (1)
- 4C (1)
- ada (1)
- akan (1)
- Alfa (1)
- bagus (1)
- bbm (1)
- belahan nasyid di dunia (3)
- berkembang (1)
- bukanlah (1)
- car (1)
- dalam (1)
- dan (1)
- dari (1)
- deals (4)
- design (1)
- di (1)
- disini (1)
- download (10)
- ilmu (1)
- Indonesia (1)
- irit (1)
- Jakarta (1)
- kamu (1)
- Kawasaki (1)
- Kedalam (1)
- Kendaraan (1)
- Kerja (1)
- Ketika (1)
- Komponen (1)
- lebih (1)
- lirik nasyid (7)
- Lowongan (1)
- luas (1)
- Majalah (1)
- Masuk (1)
- mencakup (1)
- menjadi (1)
- model (1)
- modification (1)
- Modifications (2)
- Modifikasi (1)
- motor (3)
- nanti (1)
- Nasyid Acapella (1)
- Nasyid Anak (1)
- Nasyid Cinta (1)
- nasyid daerah (1)
- Nasyid dan Perkembangannya (1)
- Nasyid di Benua EROPA (1)
- Nasyid Funky tapi Syar'i (1)
- Nasyid Hijjaz (1)
- Nasyid Populer (1)
- Nasyid Represi (1)
- November (1)
- Nuansa (1)
- Online (1)
- otomotif (6)
- Otomotif (9)
- OTOMOTIF (1)
- pameran (1)
- Pekan (1)
- pojok (1)
- PRJ. (1)
- Produksi (1)
- Proses (1)
- pun (1)
- r (1)
- Raihan (1)
- Ramadhan (1)
- Raya (1)
- rem (1)
- Robbani (1)
- Romeo (1)
- sebuah (2)
- Sejarah Nasyid (1)
- semua (1)
- Seni (1)
- sepeda (1)
- sistem (1)
- suka (1)
- Suzuki (1)
- terdiri (1)
- the zikr (1)
- tips (1)
- Tips dan trick blogger (5)
- tuangkan (1)
- uat (1)
- Umam (1)
- utama (1)
- v60 (1)
- volvo (1)
- Walaupun (1)
- wallpaper (1)
- yang (2)
- Z250. (1)
Followers
About Me
Feedjit
lirik nasyid Hinjjaz (fatamorgana)
Fata Morgana
Album : Rindu
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com
Tag :
lirik nasyid,
lirik nasyid Hinjjaz
Aku Hanya Umar
Album : Damai
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com
Sebelum disapa sinar iman
Kau bagaikan singa yang mengganas
Membunuh anak perempuanmu
Tanpa rasa belas dan kasihan
Dipandu hati sekeras batu
Jahiliah yang menyesatkan
Bila nur Al-Quran menusuk ke jiwa
Lunturlah segala keangkuhanmu
Berubah dan beralih arahmu
Terbentur segala kekejaman
Menjadi wira miskin nestapa
Membela yang tak berupaya
Tidurmu di rimbunan tamar
Tenangmu tiada tercalar
Berbantal lengan tanpa pengawal
Berselimut embun keimanan
Di malam yang hening
Meratap menyesali diri
Pada dosa kealpaan
Dibasuh dengan airmata
Memohon keampunan Tuhan
Engkau khalifah berjiwa hamba
Mentadbir tanpa singgahsana
Menghina diri di hadapan Allah
Kemuliaan diri manusia
Mulia hidup bersulam taqwa
Mulia matimu kau syuhada
Pergi rohmu ke alam tinggi
Terbang menuju ke syurgawi
?Aku hanya seorang Umar
Kemuliaanku kerana Islam
Semua ke syurga kecuali dia
Ku bimbangi dialah diriku?
Hati sekeras batu
Menjadi selembut air
Jadi teman kebenaran
Jadi musuh pada kebatilan
Lagu : Putra Aiman (Hijjaz Records)
Lirik : Pahrol Md. Juoi (Genta Rasa) &
Alif Lam Ra (Gurindam Entertainment)
Susunan Muzik : Firdaus
Penerbit : Munif Ahmad
Hakcipta : Hijjaz Records Sdn. Bhd.
Kau bagaikan singa yang mengganas
Membunuh anak perempuanmu
Tanpa rasa belas dan kasihan
Dipandu hati sekeras batu
Jahiliah yang menyesatkan
Bila nur Al-Quran menusuk ke jiwa
Lunturlah segala keangkuhanmu
Berubah dan beralih arahmu
Terbentur segala kekejaman
Menjadi wira miskin nestapa
Membela yang tak berupaya
Tidurmu di rimbunan tamar
Tenangmu tiada tercalar
Berbantal lengan tanpa pengawal
Berselimut embun keimanan
Di malam yang hening
Meratap menyesali diri
Pada dosa kealpaan
Dibasuh dengan airmata
Memohon keampunan Tuhan
Engkau khalifah berjiwa hamba
Mentadbir tanpa singgahsana
Menghina diri di hadapan Allah
Kemuliaan diri manusia
Mulia hidup bersulam taqwa
Mulia matimu kau syuhada
Pergi rohmu ke alam tinggi
Terbang menuju ke syurgawi
?Aku hanya seorang Umar
Kemuliaanku kerana Islam
Semua ke syurga kecuali dia
Ku bimbangi dialah diriku?
Hati sekeras batu
Menjadi selembut air
Jadi teman kebenaran
Jadi musuh pada kebatilan
Lagu : Putra Aiman (Hijjaz Records)
Lirik : Pahrol Md. Juoi (Genta Rasa) &
Alif Lam Ra (Gurindam Entertainment)
Susunan Muzik : Firdaus
Penerbit : Munif Ahmad
Hakcipta : Hijjaz Records Sdn. Bhd.
Tag :
lirik nasyid,
Lirik Nasyid Barat
a . b . c . d . e . f . g . h . i . j . k . l . m . n . o . p . q . r . s . t . u . v . w . x . y . z . all
KAMISAMA (Japanesse)
Album : Masa Muda
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com
Tai you ga nishi no, tai you ga nishi no, suiheiseng ni sizunda toki 2x
Watashi wa jibun no sitekita koto hitotsu-hitotsu o omoi dasitemita
Reff :
Kamisama, yoruga otozureta toki
Kamisama, tai you ga sizumu to doujini
Jibun ga nandomo kurikaesitekita ayamichi o kuyande
Noitemo douka oyurushi kudasai
Lagu/lirik : Deden Supriadi/Irsa/Sekar
Terjemahan :
Ketika matahari terbenam
di ufuk barat
Ku mencoba mengingat satu-persatu
Apa yang telah kuperbuat hingga kini
Reff.
Tuhan, ketika malam tiba
Tuhan, bersamaan dengan tenggelamnya mentari
Aku menangis menyesali dosa-dosa
Yang telah berulangkali kuperbuat
Maka ampunilah aku..
Catatan :
Padanan langsung Tuhan dalam bahasa Jepang sebenarnya kurang tepat
Kamisama. Karena Kamisama (Tuhan) dalam konteks bahasa Jepang adalah untuk
Dewa (salah satu dewa). Namun kami tidak menemukan padanan langsung
Tuhan seperti halnya God dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu Kamisama
dalam hal hal ini maksudnya adalah Tuhan (Rabb).
Watashi wa jibun no sitekita koto hitotsu-hitotsu o omoi dasitemita
Reff :
Kamisama, yoruga otozureta toki
Kamisama, tai you ga sizumu to doujini
Jibun ga nandomo kurikaesitekita ayamichi o kuyande
Noitemo douka oyurushi kudasai
Lagu/lirik : Deden Supriadi/Irsa/Sekar
Terjemahan :
Ketika matahari terbenam
di ufuk barat
Ku mencoba mengingat satu-persatu
Apa yang telah kuperbuat hingga kini
Reff.
Tuhan, ketika malam tiba
Tuhan, bersamaan dengan tenggelamnya mentari
Aku menangis menyesali dosa-dosa
Yang telah berulangkali kuperbuat
Maka ampunilah aku..
Catatan :
Padanan langsung Tuhan dalam bahasa Jepang sebenarnya kurang tepat
Kamisama. Karena Kamisama (Tuhan) dalam konteks bahasa Jepang adalah untuk
Dewa (salah satu dewa). Namun kami tidak menemukan padanan langsung
Tuhan seperti halnya God dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu Kamisama
dalam hal hal ini maksudnya adalah Tuhan (Rabb).
bang_irfan_gd(at)yahoo.com
Sumber http://Album edCoustic
------------------------------------------------------------------------------------------
Dapatkan lirik-lirik nasyid di http://www.liriknasyid.com
eXpresi PENYEGARAN diri
------------------------------------------------------------------------------------------
[submit 25/12/2004] . [ambil lirik] . [30376 klik]
Sumber http://Album edCoustic
------------------------------------------------------------------------------------------
Dapatkan lirik-lirik nasyid di http://www.liriknasyid.com
eXpresi PENYEGARAN diri
------------------------------------------------------------------------------------------
[submit 25/12/2004] . [ambil lirik] . [30376 klik]
Tag :
lirik nasyid,
Nasyid Daerah sunda
Seneng aja,..acara2na bagus dan Islami..
Dah gitu nasyid-nya enakeun...
Eh,..ternyata di Sumedang,...acaranya lebih variatif,...
Ada perpaduan antara budaya sunda dengan ke-Islaman,..
Misalkan ada acara Wayang Golek.......(kaseneng pisan wayang teh..)
Di dalamnya kan banyak banget taushiyah dan tamsil2,....
terus ada juga Nasyid SUnda....(baru dengar kan..)
yaitu tembang2 parahyangan yang berlirik taushiyah dan do'a
misalnya...:
~ Dina Amparan Sajadah...
~ Sujud
~ Hamdan,...
~ Anjeun jeung Tanah Suci,.
dan lain-lain..banyak deh,.....seneng deh,...
kalo mau dengerin....ada di 96,6 FM (koq promosi ya..??? ga ah...)
kalo y di Bgr berapa ya...??? lupa,,,dah lama ga ke Bgr lagi duh...Sebelumnya: Kalakay Murag...???? Barangbang Semplak....???
Dah gitu nasyid-nya enakeun...
Eh,..ternyata di Sumedang,...acaranya lebih variatif,...
Ada perpaduan antara budaya sunda dengan ke-Islaman,..
Misalkan ada acara Wayang Golek.......(kaseneng pisan wayang teh..)
Di dalamnya kan banyak banget taushiyah dan tamsil2,....
terus ada juga Nasyid SUnda....(baru dengar kan..)
yaitu tembang2 parahyangan yang berlirik taushiyah dan do'a
misalnya...:
~ Dina Amparan Sajadah...
~ Sujud
~ Hamdan,...
~ Anjeun jeung Tanah Suci,.
dan lain-lain..banyak deh,.....seneng deh,...
kalo mau dengerin....ada di 96,6 FM (koq promosi ya..??? ga ah...)
kalo y di Bgr berapa ya...??? lupa,,,dah lama ga ke Bgr lagi duh...Sebelumnya: Kalakay Murag...???? Barangbang Semplak....???
Tag :
nasyid daerah,
Nasyid di di spanyol
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Sobat muda muslim, ini artikel Studia edisi 284/Tahun ke-7 (13 Maret 2006).
Edisi cetaknya sudah beredar di Jadebotabek sejak hari ini.
Selamat membaca...
*[Dapatkan juga edisi cetaknya di jaringan kami di berbagai kota besar
lainnya: Aceh, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, Bandarlampung,
Serang, Sukabumi, Bandung, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Yogyakarta, Solo,
Semarang, Bangil, Pasuruan, Surabaya, Jember, Banjarmasin, Samarinda,
Balikpapan, Kendari, dan Makasar]
Ingin diskusi, ngasih info, ngasih masukan berupa kritik dan saran, gabung
aja di tempat mangkal kita: buletinstudia.multiply.com
Untuk berlangganan edisi cetak, hubungi: 0813-81561253
Salam,
Redaksi Buletin Studia
Bogor
---
Spanyol, Mutiara Islam yang Hilang
STUDIA Edisi 284/Tahun ke-7 (13 Maret 2006)
Ramadhan 92 H, atau bertepatan dengan tahun 711 M, Thariq bin Ziyad dan
pasukannya merapat di pantai Spanyol, dengan membawa misi untuk menyebarkan
dakwah Islam. Sayang, Raja Roderick dan pasukannya menolak, dan bahkan
mengobarkan peperangan. Peperangan itu sebenarnya bermula dari pertikaian
antara sesama Kristen Spanyol. Raja Roderick yang berkuasa saat itu,
memaksakan keyakinan Trinitas Kristen yang dianutnya kepada umat Nasrani
Aria.
Sobat muda muslim, ini artikel Studia edisi 284/Tahun ke-7 (13 Maret 2006).
Edisi cetaknya sudah beredar di Jadebotabek sejak hari ini.
Selamat membaca...
*[Dapatkan juga edisi cetaknya di jaringan kami di berbagai kota besar
lainnya: Aceh, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, Bandarlampung,
Serang, Sukabumi, Bandung, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Yogyakarta, Solo,
Semarang, Bangil, Pasuruan, Surabaya, Jember, Banjarmasin, Samarinda,
Balikpapan, Kendari, dan Makasar]
Ingin diskusi, ngasih info, ngasih masukan berupa kritik dan saran, gabung
aja di tempat mangkal kita: buletinstudia.multiply.com
Untuk berlangganan edisi cetak, hubungi: 0813-81561253
Salam,
Redaksi Buletin Studia
Bogor
---
Spanyol, Mutiara Islam yang Hilang
STUDIA Edisi 284/Tahun ke-7 (13 Maret 2006)
Ramadhan 92 H, atau bertepatan dengan tahun 711 M, Thariq bin Ziyad dan
pasukannya merapat di pantai Spanyol, dengan membawa misi untuk menyebarkan
dakwah Islam. Sayang, Raja Roderick dan pasukannya menolak, dan bahkan
mengobarkan peperangan. Peperangan itu sebenarnya bermula dari pertikaian
antara sesama Kristen Spanyol. Raja Roderick yang berkuasa saat itu,
memaksakan keyakinan Trinitas Kristen yang dianutnya kepada umat Nasrani
Aria.
Tag :
belahan nasyid di dunia,
Nasyid di Jepang
Chicago : Saat David Kelly alias "Capital D" nge-rap, ia tidak ikut-ikutan arus dengan memakai lirik-lirik mengenai wanita, perhiasan, kekayaan dan sebagainya. Namun, Rapper asal Chicago ini menggunakan sajak-sajaknya untuk memuji Allah, mengkritik peperangan di Iraq dan mengecam Amerika.
Kelly adalah salah satu diantara artis rap baru, Muslim asal Amerika. Dikenal sebagai entertainer yang merefleksikan tidak hanya rasa tapi juga bersifat reliji.
"Muslim-muslim di Amerika Serikat itu ada dan tidak hilang. Mereka adalah bagian dari budaya, tetapi mereka tidak menciptakan budaya mereka sendiri," kata Kelly. "Aku mencoba menunjukkan kepada mereka bahwa anda bisa saja kreatif, artistik, bahagia dan tetap menjadi Muslim."
Bagi Islam Amerika, rap bukan merupakan barang baru. Bangsa Islam dan sekte non-tradisional lain seperti the "Five Percenters" sudah mempengaruhi hip-hop melalui lirik lagu dan imejnya di akhir 1970-an. Tapi gelombang baru daripada musik akibat pengaruh Muslim lebih melihat untuk menyampaikan pesan dan gambaran yang lebih sejalan dengan Islam sebenarnya.
"Musik berkata bahwa aku tetap seorang Amerika, dan aku masih ingin dengan budayaku. Tetapi aku menyaringnya dan aku dapat menyertakan Islam juga kedalamnya." kata Mike Shapiro, 23, yang membuat situs Www.Muslimhiphop.Com. "Muslim-muslim amerika dan pemuda-pemuda muslim sangat memerlukan ini. Mereka tidak punya tempat lain untuk berintera
Kelly adalah salah satu diantara artis rap baru, Muslim asal Amerika. Dikenal sebagai entertainer yang merefleksikan tidak hanya rasa tapi juga bersifat reliji.
"Muslim-muslim di Amerika Serikat itu ada dan tidak hilang. Mereka adalah bagian dari budaya, tetapi mereka tidak menciptakan budaya mereka sendiri," kata Kelly. "Aku mencoba menunjukkan kepada mereka bahwa anda bisa saja kreatif, artistik, bahagia dan tetap menjadi Muslim."
Bagi Islam Amerika, rap bukan merupakan barang baru. Bangsa Islam dan sekte non-tradisional lain seperti the "Five Percenters" sudah mempengaruhi hip-hop melalui lirik lagu dan imejnya di akhir 1970-an. Tapi gelombang baru daripada musik akibat pengaruh Muslim lebih melihat untuk menyampaikan pesan dan gambaran yang lebih sejalan dengan Islam sebenarnya.
"Musik berkata bahwa aku tetap seorang Amerika, dan aku masih ingin dengan budayaku. Tetapi aku menyaringnya dan aku dapat menyertakan Islam juga kedalamnya." kata Mike Shapiro, 23, yang membuat situs Www.Muslimhiphop.Com. "Muslim-muslim amerika dan pemuda-pemuda muslim sangat memerlukan ini. Mereka tidak punya tempat lain untuk berintera
Tag :
belahan nasyid di dunia,
Sejarah Nasyid Native Dien
MUSIK adalah bahasa universal. Elemen Islam dan Tionghoa pun dipadukan dengan cantik oleh kelompok nasyid Lampion. Selain berdakwah, 5 anak muda etnis Tionghoa ini juga menggunakan nasyid untuk mematahkan stigma negatif soal Islam. Seperti apa hasil kreasi mereka di Lampion?
Alunan nada dan suara ini terdengar dari ruangan kecil di sudut bangunan sebuah lembaga bimbingan belajar di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Malam itu Kelvin, Musthofa, Andrew, Ade, dan Heri yang tergabung dalam grup nasyid Lampion sedang latihan rutin. Kemampuan bernyanyi harus terus diasah mengingat mereka tengah menyiapkan album kedua. Rencananya akan keluar Ramadhan tahun ini.
Lampion bukanlah grup nasyid biasa. Sebagian besar personilnya berasal dari etnis Tionghoa. Mereka mengolah unsur budaya Tionghoa dalam lagu-lagu Islami yang mereka bawakan.
Berdiri sejak 1997, nama Lampion dipilih karena identik dengan budaya Tionghoa. Selain itu juga karena lampion itu menerangi, ungkap salah seorang personil, Andrew Fateh.
Alunan nada dan suara ini terdengar dari ruangan kecil di sudut bangunan sebuah lembaga bimbingan belajar di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Malam itu Kelvin, Musthofa, Andrew, Ade, dan Heri yang tergabung dalam grup nasyid Lampion sedang latihan rutin. Kemampuan bernyanyi harus terus diasah mengingat mereka tengah menyiapkan album kedua. Rencananya akan keluar Ramadhan tahun ini.
Lampion bukanlah grup nasyid biasa. Sebagian besar personilnya berasal dari etnis Tionghoa. Mereka mengolah unsur budaya Tionghoa dalam lagu-lagu Islami yang mereka bawakan.
Berdiri sejak 1997, nama Lampion dipilih karena identik dengan budaya Tionghoa. Selain itu juga karena lampion itu menerangi, ungkap salah seorang personil, Andrew Fateh.
Tag :
belahan nasyid di dunia,
